Makin Ngebut! Progres Tol Semarang-Demak Terintegrasi Tanggul Laut Raksasa Capai 44 Persen, Bye-Bye Banjir Rob Pantura!

Kabar Daerah 📅 13 Aug 2026, 11:42 ✍️ Ary Kumalasari
[ Slot Iklan Google AdSense - Top Article ]
progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 ruas Kaligawe-Sayung yang terintegrasi dengan tanggul laut raksasa untuk mengatasi banjir rob di pesisir Pantura.
Ilustrasi: progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 ruas Kaligawe-Sayung yang terintegrasi dengan tanggul laut raksasa untuk mengatasi banjir rob di pesisir Pantura.

POSISI.NET – Permasalahan banjir rob menahun yang kerap melumpuhkan kawasan pesisir Semarang dan jalur Pantai Utara (Pantura) kini menemui titik terang. Proyek infrastruktur raksasa yang menggabungkan akses transportasi modern dan penahan air laut, yakni Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 (Kaligawe-Sayung), terus dipacu penyelesaiannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Tidak sekadar berfungsi sebagai jalan bebas hambatan, proyek strategis ini didesain menyatu dengan Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall). Inovasi rekayasa teknik ini digadang-gadang akan menjadi perisai tangguh untuk melindungi Kota Semarang, area sekitarnya, hingga kawasan industri vital Terboyo dari terjangan air pasang.

Solusi Permanen Atasi Kemacetan dan Banjir Rob

Kehadiran infrastruktur ganda ini diproyeksikan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi roda perekonomian Jawa Tengah. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa integrasi antara jalan tol dan tanggul laut ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan solusi permanen atas krisis banjir rob di kawasan pesisir Semarang-Demak.

Lebih lanjut, Menteri Dody menjelaskan bahwa tol laut ini akan secara signifikan memecah kepadatan arus lalu lintas. "Jalan tol ini mengurangi beban lalu lintas di Jalan Pantura Jawa yang sudah sangat padat dan sering mengalami kemacetan," ujarnya.

Rincian Progres Konstruksi Tol di Atas Laut

Dibangun melayang di atas laut sepanjang 10,64 kilometer, laju pembangunan fisik Tol Semarang-Demak Seksi 1 secara keseluruhan telah menembus angka kemajuan 44,26 persen (berdasarkan data per 12 Juni 2025).

Guna mempercepat target operasional, pengerjaan konstruksi raksasa ini dipecah menjadi tiga paket utama yang digarap oleh kolaborasi kontraktor terkemuka:

  • Paket 1A: Digarap oleh konsorsium Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG), saat ini memimpin dengan progres paling pesat mencapai 65,92 persen.

    [ Slot Iklan Google AdSense - In-Article ]
  • Paket 1B: Dikerjakan oleh kolaborasi Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA), serta China Road and Bridge Corporation (CRBC), dengan capaian penyelesaian 42,97 persen.

  • Paket 1C: Dikelola oleh kemitraan Adhi Karya dan Sinohydro, yang progresnya kini berada di angka 22,77 persen.

Sebagai informasi tambahan, keseluruhan ruas Tol Semarang-Demak membentang sejauh 26,95 kilometer. Seksi 2 yang menghubungkan Sayung hingga Demak sepanjang 16,31 kilometer (berada di daratan) telah lebih dulu rampung dan beroperasi penuh sejak 25 Februari 2023.

Perkuat Pertahanan dengan Pompa Pengendali Banjir

Keseriusan pemerintah dalam membebaskan Semarang dari bayang-bayang banjir tak hanya berhenti di pembangunan tanggul laut. Secara paralel, Kementerian PU juga tengah merampungkan sistem pengendali banjir Tenggang-Sringin Tahap 1.

Proyek krusial di bidang Sumber Daya Air ini mencakup pembangunan 6 unit rumah pompa berkapasitas sedot raksasa mencapai 81 meter kubik per detik, serta normalisasi tanggul sungai sepanjang 10,53 kilometer. Infrastruktur pelengkap ini ditargetkan mampu mereduksi risiko banjir di area seluas 4.129 hektare yang mencakup kawasan padat penduduk di Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, hingga Genuk.

💬 Tinggalkan Komentar (0)

Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!