Tolak Badai PHK dan Pangkas 90% Budget Iklan, Strategi 'Gila' Tiket.com Buktikan Loyalitas Gen Z Cetak Profit Fantastis!

Bisnis 📅 08 Sep 2026, 08:53 ✍️ Mr.Pambudi
[ Slot Iklan Google AdSense - Top Article ]
Sebuah langkah revolusioner di industri startup: Tiket.com membuktikan bahwa menempatkan kesejahteraan karyawan di atas anggaran pemasaran adalah kunci utama untuk menciptakan tim yang loyal dan berkinerja tinggi.
Ilustrasi: Sebuah langkah revolusioner di industri startup: Tiket.com membuktikan bahwa menempatkan kesejahteraan karyawan di atas anggaran pemasaran adalah kunci utama untuk menciptakan tim yang loyal dan berkinerja tinggi.

POSISI.NET – Di era di mana badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal kerap menjadi solusi instan bagi perusahaan rintisan (startup) saat menghadapi tekanan finansial, sebuah anomali luar biasa justru ditorehkan oleh Tiket.com. Perusahaan ini memilih jalan yang dianggap "gila" oleh sebagian pelaku bisnis: mempertahankan seluruh karyawannya di tengah ancaman krisis. Langkah berani ini membuktikan bahwa kunci efisiensi bisnis sejati tidak melulu soal menekan beban gaji atau mengurangi jumlah tim, melainkan membangun budaya kerja (culture) yang tepat.

Ringkasan Fakta Inspiratif Tiket.com :

  • Pada hantaman badai pandemi tahun 2020, Tiket.com mengalami kemerosotan penjualan (sales) yang sangat parah hingga mencapai 75%.

  • Merespons krisis tersebut, jajaran direksi mengambil kesepakatan bulat untuk tidak melakukan PHK terhadap karyawannya.

  • Sebagai strategi bertahan hidup, perusahaan mengambil keputusan ekstrem dengan memangkas anggaran pemasaran (budget marketing) hingga 90-100%.

  • Keputusan mempertahankan Sumber Daya Manusia (SDM) ini berbuah manis, menciptakan pasukan yang solid, loyal, dan rela berjuang mati-matian demi mewujudkan tujuan (goal) perusahaan.

  • Produktivitas kerja tim terbukti melonjak berkali-kali lipat, yang secara otomatis sukses mendongkrak omzet perusahaan meskipun tanpa pembengkakan anggaran pemasaran.

  • Tiket.com akhirnya dinobatkan sebagai Best Company to Work for in Asia selama 5 tahun berturut-turut.

Krisis 2020: Semua Boleh Dipotong, Selain Karyawan!

Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menjadi pukulan telak dan masa paling kelam bagi industri pariwisata. Tiket.com menjadi salah satu entitas yang paling terdampak, dengan angka penjualan yang anjlok drastis hingga 75%. Saat banyak startup lain bertumbangan dan memilih jalur pintas dengan melakukan PHK massal karyawan, jajaran direksi Tiket.com justru mengambil sikap yang berlawanan dan tidak biasa.

[ Slot Iklan Google AdSense - In-Article ]

Mereka sepakat memegang teguh prinsip bahwa segala hal di dalam perusahaan boleh dipotong, terkecuali karyawan. Untuk menyelamatkan laju bisnis dan memastikan karyawan tetap menerima gaji, manajemen secara sadar memutuskan untuk memangkas anggaran marketing hingga di angka 90-100%. Keputusan fenomenal yang mengorbankan 90% budget pemasaran ini bahkan sempat diliput dalam laporan Tempo.co pada tanggal 14 Mei 2020. Langkah nekat namun empatik ini sukses menampik logika umum yang menyebutkan bahwa memecat SDM adalah jalan keluar mutlak di saat krisis.

Pembuktian Pasukan Gen Z: Dari Stigma Menjadi Garda Terdepan

Keputusan untuk mempertahankan jajaran tim yang mayoritas diisi oleh kalangan Gen Z dan Milenial ini ternyata membuahkan hasil yang jauh melampaui ekspektasi. Generasi Z yang sering kali menerima stigma negatif atau dicap sebagai generasi yang "klemar-klemer", justru bertransformasi menjadi garda terdepan yang paling tangguh bagi Tiket.com.

Lahirnya rasa memiliki yang kuat membuat daya inovasi mereka meledak. Ide-ide segar dari para karyawan muda ini menjelma menjadi "bahan bakar" baru yang secara efektif mampu menggantikan hilangnya 90% biaya marketing perusahaan. Di saat bisnis sedang sekarat, mereka membuktikan diri sebagai pasukan terkuat yang rela bekerja mati-matian guna menggenjot profit perusahaan.

Panen Keuntungan dan Gelar Prestisius Asia

Banyak pemilik bisnis yang salah kaprah dalam menerjemahkan makna efisiensi, terutama jika dikaitkan dengan kebijakan SDM. Tiket.com telah membuktikan bahwa dengan menjaga budaya perusahaan dan mempertahankan SDM (retaining), mereka berhasil menekan tingkat perputaran karyawan (turnover) secara signifikan. Hal ini pada akhirnya menghemat biaya rekrutmen hingga pelatihan (training) yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Strategi berani ini tidak hanya menyelamatkan operasional perusahaan, tetapi pada akhirnya mendatangkan profit yang besar. Memasuki tahun 2023, di saat banyak perusahaan raksasa merasa pusing karena tingginya tingkat karyawan yang resign, Tiket.com justru melaju pesat bersama pasukannya yang solid.

Puncak dari apresiasi atas kebijakan humanis ini tercatat dalam rilis HR Asia Award 2024, di mana Tiket.com secara resmi dinobatkan sebagai Best Company to Work for in Asia selama 5 tahun berturut-turut. Tidak hanya merajai sisi kepuasan karyawan, mereka juga sukses mengukuhkan diri sebagai runner-up Online Travel Agent (OTA) terbaik sekaligus terlaris di pasar Indonesia.

Temukan terus kisah sukses dunia bisnis, tren manajemen startup, dan inspirasi gaya hidup paling mendalam hanya di Posisi.net!

💬 Tinggalkan Komentar (0)

Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!