Pesta Gol 5-1 Atas Kamboja di Piala AFF 2026, Lini Pertahanan Timnas Indonesia Malah Kena Sentil Media Vietnam!

Olahraga 📅 29 Jul 2026, 19:53 ✍️ Mr.Pambudi
[ Slot Iklan Google AdSense - Top Article ]
pertandingan Timnas Indonesia melawan Kamboja di Piala AFF 2026 yang berakhir dengan kemenangan telak 5-1 untuk skuad Garuda.
Ilustrasi: pertandingan Timnas Indonesia melawan Kamboja di Piala AFF 2026 yang berakhir dengan kemenangan telak 5-1 untuk skuad Garuda.

POSISI.NET, BOGOR – Timnas Indonesia sukses mencatatkan kemenangan telak 5-1 atas Timnas Kamboja dalam laga lanjutan fase grup Piala AFF 2026 yang digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kemenangan besar ini memantik euforia luar biasa dari para suporter, namun rupanya menyisakan satu "Pekerjaan Rumah" (PR) krusial bagi sang peracik taktik, John Herdman.

Meski sukses mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal, Skuad Garuda ternyata masih memiliki celah menganga di sektor pertahanan yang bahkan langsung memancing sorotan tajam dari media rival di Asia Tenggara.

Lini Depan dan Tengah yang Menakutkan

Di atas kertas, taktik coach John Herdman patut diacungi jempol. Kombinasi lini serang yang diisi oleh Beckham Putra, Thom Haye, dan Mitchell Baker sukses menjadi momok menakutkan bagi barisan pertahanan Angkor Warriors.

Bintang lapangan kali ini pantas disematkan kepada Mitchell Baker yang tampil gacor dengan mencetak hat-trick (3 gol). Pesta gol Indonesia kemudian disempurnakan oleh sontekan apik dari Sandy Walsh dan Jens Raven.

Dominasi ini tak lepas dari solidnya lini tengah. Kepercayaan yang diberikan kepada Marc Klok, Ivar Jenner, Donny Tri Pamungkas, dan Eliano Reijnders terbayar lunas. Aliran bola ke depan berjalan sangat mulus dan terus mengurung pertahanan lawan.

Blunder Fatal dan Celah di Sektor Sayap

Sayangnya, kemenangan manis ini harus sedikit ternoda oleh satu gol balasan dari Kamboja. Tragisnya, gol tersebut tercipta bukan karena skema serangan lawan yang mematikan, melainkan akibat gol bunuh diri dari penjaga gawang Nadeo Argawinata.

Bencana kecil ini bermula dari celah di sisi sayap pertahanan Indonesia. Umpan silang dari sisi kanan pertahanan—yang dijaga oleh trio Sandy Walsh, Rizky Ridho, dan Shayne Pattynama—gagal diantisipasi dengan baik oleh Nadeo, sehingga bola justru berbelok masuk ke gawang sendiri. Sisi sayap ini terbukti menjadi "lubang" yang beberapa kali dieksploitasi oleh pemain Kamboja untuk melancarkan serangan balik.

[ Slot Iklan Google AdSense - In-Article ]

Sentilan Tajam dari Media Vietnam

Kelengahan lini belakang Indonesia ini rupanya tidak luput dari pantauan media luar. Media kenamaan asal Vietnam, Tuoitre, secara blak-blakan memberikan ulasan yang menohok usai laga tersebut.

Dalam analisisnya, Tuoitre mengakui bahwa secara keseluruhan, kualitas lini tengah dan lini serang Timnas Indonesia saat ini sangat kuat dan mampu mendominasi lawan mana pun di Asia Tenggara.

"Namun, lini pertahanan mereka, khususnya posisi penjaga gawang, belum berada di level yang sama. Buktinya, meski menguasai permainan saat melawan Kamboja, Indonesia tetap kebobolan," tulis Tuoitre dalam ulasannya.

Kritikan dari media Vietnam ini tentu harus menjadi alarm keras bagi John Herdman. Jika Timnas Indonesia ingin melangkah jauh dan merengkuh trofi juara Piala AFF 2026, koordinasi lini belakang dan komunikasi dengan penjaga gawang harus segera dibenahi sebelum bersua dengan tim raksasa seperti Thailand atau Vietnam di fase krusial nanti.

Bravo Timnas, mari berbenah di laga selanjutnya!

💬 Tinggalkan Komentar (0)

Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!