Menggigil di Pagi Hari? Fenomena Suhu Dingin 'Bediding' Landa Sragen dan Solo Raya, Ini Penjelasannya!

Kabar Daerah 📅 13 Jun 2026, 11:26 ✍️ Mr.Pambudi
[ Slot Iklan Google AdSense - Top Article ]
Ilustrasi secangkir teh panas dan termometer yang menunjukkan penurunan suhu di pagi hari akibat fenomena bediding.
Ilustrasi: Ilustrasi secangkir teh panas dan termometer yang menunjukkan penurunan suhu di pagi hari akibat fenomena bediding.

POSISI.NET, SRAGEN – Jika Anda merasa harus menarik selimut lebih rapat dan mendadak malas menyentuh air mandi pada Sabtu (13/6/2026) pagi ini, tenang saja, Anda tidak sendirian. Linimasa media sosial warga Sragen dan Solo Raya sejak subuh tadi diramaikan oleh keluhan cuaca pagi yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

Banyak netizen yang berkelakar bahwa suhu pagi di Sragen hari ini mendadak terasa seperti sedang berada di lereng Gunung Lawu, Karanganyar. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan cuaca kita saat ini?

Mengenal Fenomena 'Bediding'

Dalam kearifan lokal masyarakat Jawa, perubahan suhu yang drastis menjadi sangat dingin, terutama di malam hingga pagi hari menjelang musim kemarau, dikenal dengan istilah Bediding.

Secara ilmiah, fenomena ini sangat wajar terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Hal ini disebabkan oleh pergerakan angin Monsun Timur yang membawa massa udara dingin dan kering dari benua Australia (yang saat ini sedang mengalami musim dingin) menuju wilayah Indonesia, khususnya pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Selain itu, minimnya tutupan awan di langit pada musim kemarau membuat panas bumi yang diserap siang hari langsung terlepas ke luar angkasa pada malam harinya tanpa ada penghalang. Inilah yang membuat suhu udara di waktu subuh hingga pagi hari merosot tajam dan terasa membeku.

Rawan Penyakit, Ini 3 Tips Menghadapinya

Meski cuaca pagi yang dingin dan cerah ini sangat enak digunakan untuk jogging atau sekadar minum kopi di teras rumah, fenomena bediding juga membawa potensi penyakit. Udara yang sangat kering kerap membuat daya tahan tubuh menurun, kulit pecah-pecah, hingga memicu flu dan radang tenggorokan.

Agar akhir pekan Anda tidak berantakan karena jatuh sakit, tim redaksi Posisi.net merangkum tiga langkah ampuh untuk menghadapi cuaca dingin ini:

[ Slot Iklan Google AdSense - In-Article ]
  1. Jangan Remehkan Pakaian Hangat: Jika Anda harus keluar rumah di pagi atau malam hari, pastikan mengenakan jaket penahan angin (windbreaker). Cuaca cerah di siang hari seringkali menipu suhu aslinya yang menusuk tulang.

  2. Perbanyak Minum Air Putih Hangat: Udara kering membuat cairan tubuh lebih cepat menguap. Hindari minuman es di pagi hari dan gantilah dengan air hangat, teh jahe, atau wedang uwuh yang kaya rempah untuk menghangatkan suhu inti tubuh.

  3. Gunakan Pelembap (Lotion/Lip Balm): Lindungi area kulit yang terbuka dan bibir Anda agar tidak kering dan pecah-pecah akibat kelembapan udara yang sangat rendah.

Fenomena bediding ini diperkirakan masih akan terus berlangsung dan mencapai puncaknya pada bulan Juli hingga Agustus mendatang. Jadi, sudah siapkah Anda membongkar kembali koleksi jaket tebal di lemari pagi ini?

💬 Tinggalkan Komentar (0)

Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!