Geger Beredar 'Price List' Pesugihan Gunung Kawi Viral di Medsos, Pengelola Ungkap Fakta Sebenarnya!
POSISI.NET – Belakangan ini, lini masa berbagai platform media sosial tengah dihebohkan dengan perbincangan mengenai Gunung Kawi. Kawasan yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur ini mendadak viral dan memicu perdebatan panas di kalangan netizen.
Bukan karena keindahan alamnya, melainkan karena beredarnya sebuah foto yang diklaim sebagai price list atau daftar harga resmi untuk melakukan ritual pesugihan. Lantas, benarkah kawasan yang sarat akan sejarah ini secara terang-terangan memfasilitasi praktik penggandaan uang gaib? Berikut penelusuran faktanya.
Mitos Pesugihan yang Kadung Melegenda
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Gunung Kawi identik dengan berbagai mitos mistis. Sejak puluhan tahun lalu, kawasan ini kerap dikaitkan dengan tempat berkumpulnya para pencari kekayaan instan.
Mitos ini semakin kuat mengakar seiring beredarnya cerita dari mulut ke mulut tentang sejumlah pedagang maupun pengusaha yang mengaku bisnisnya meroket pesat setelah melakukan ziarah ke tempat tersebut. Narasi-narasi inilah yang akhirnya membentuk stigma di masyarakat bahwa Gunung Kawi adalah "pusat pesugihan" jalur cepat.
Perbincangan ini kembali memanas setelah sejumlah kreator konten di media sosial mengunggah ulang mitos tersebut, yang puncaknya berujung pada penyebaran sebuah poster daftar harga ritual.
Biang Kerok Viral: Poster Penukaran Uang Gaib
Alasan utama mengapa Gunung Kawi kembali trending adalah munculnya sebuah foto price list di media sosial. Dalam poster yang beredar luas tersebut, digambarkan sebuah skema penukaran uang ritual yang diklaim mampu menghasilkan "uang gaib" dalam waktu yang sangat singkat.
Sontak, unggahan ini memicu reaksi beragam. Banyak netizen yang terkejut dan percaya, namun tak sedikit pula yang meragukan keabsahan daftar harga tak masuk akal tersebut.
Klarifikasi dan Fakta Sebenarnya dari Pengelola
Menanggapi kehebohan yang terjadi, pihak Pengelola Pesarean Gunung Kawi akhirnya turun tangan memberikan klarifikasi tegas. Setelah ditelusuri, informasi terkait price list pesugihan tersebut adalah hoaks atau tidak benar.
Pihak pengelola dengan tegas membantah bahwa mereka menyediakan, mendukung, apalagi memfasilitasi ritual penggandaan uang gaib seperti yang dituduhkan di media sosial.
Lalu, daftar harga apa yang sebenarnya beredar tersebut?
Pengelola menjelaskan bahwa daftar biaya yang ada di kawasan Pesarean Gunung Kawi murni merupakan biaya perlengkapan selamatan dan penuntasan nazar (janji) para peziarah, bukan tarif pesugihan. Biaya tersebut mencakup kebutuhan logistik upacara tradisional, dengan rincian yang sangat logis, di antaranya:
-
Ayam besek: Rp130.000
-
Tumpeng ayam: Rp270.000
-
Tumpeng kambing sayur: Rp650.000
Sementara itu, bagi peziarah yang memiliki nazar lebih besar, tersedia juga perlengkapan upacara dalam skala makro, seperti:
-
Kambing sajen: Rp2.500.000
-
Sapi sajen: Rp20.000.000
-
Pagelaran wayang kulit: Rp7.000.000
-
Wayang ruwatan: Rp15.000.000
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat dan pengguna media sosial diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi. Biaya yang dikeluarkan oleh peziarah di Gunung Kawi adalah bentuk sedekah dan tradisi selamatan, bukan transaksi gelap untuk membeli kekayaan gaib. Jangan sampai salah paham, ya!
Berita Terkait
💬 Tinggalkan Komentar (0)
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!